Masih ingat Sosok Dimas Kanjeng Taat Pribadi? Ini sebenarnya

Dimas Kanjeng yang semula berkelana ke sejumlah daerah di antaranya Sulawesi, sekitar tahun 2000 pulang ke Wangkal, Probolinggo. Waktu itu Dimas Kanjeng mengaku dibantu pengikutnya (santri) seorang ibu beserta anak perempuannya, masing-masing berinisial NM dan MM asal Makassar yang disebut-sebut kaya raya. Kedua orang itu disebut-sebut sebagai sosok yang menyerahkan maharnya belasan dan bahkan puluhan miliar ke Dimas Kanjeng yang diakuinya sebagai guru spiritualnya.

Sesudah Yuni pindah, ia mengaku sudah tidak tahu kabar berita Dimas Kanjeng yang sebelumnya memang dikenal sebagai pimpinan Padepokan yang memiliki banyak pengikut dari dalam dan luar Jawa, utamanya dari daerah Sulawesi. Pengikut Dimas Kanjeng yang disebut sebagai santri, karena padepokan yang didirikannya sering menggelar pengajian. Dimas Kanjeng sendiri menurut warga bukan sosok kiai, tetapi mengangkat diri sebagai Raja yang bergelar Sri Raja Prabu Rajasa Nagara, pada 11 Januari 2016 baru lalu.

Hanya saja, santri-santri Dimas Kanjeng menurut penuturan banyak orang dinilai nyeleneh karena mencampuradukkan antara agama Islam dengan hal-hal yang gaib yang diperoleh dari ilmu Kejawen. “Termasuk padepokan yang didirikan Dimas Kanjeng yang jauh lebih terkenal karena menjadi bank gaib dengan cara menggandakan uang. Makanya kemudian padepokan itu dikenal sebagai Padepokan Bank Gaib Dimas Kanjeng,” ujar Yuni sambil menambahkan, bahwa istri Dimas Kanjeng yang ia tahu ada tiga orang, dua di antaranya dinikahi secara sah dan seorang lagi siri karena dianggap sebagai selir.

beritasatu

* Telah dibaca 117 kali, 1 kali hari ini.
Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *