Masih ingat Sosok Dimas Kanjeng Taat Pribadi? Ini sebenarnya

Hidayah Ismail dari Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo beserta isterinyalah yang mengajak Marwah Daud Ibrahim menjadi bagian dari Padepokan Dimas Kanjeng. Karena sebagai ‘Sultan’, sebutan pengepul uang mahar dari santri lain, Ismail akhirnya diculik dari rumah tokonya pada awal Februari 2016 dan kemudian mayatnya ditemukan sebagai Mr X di tengah hutan Tegalwono, Situbondo.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi, selaku Pimpinan, Pengasuh dan Pemilik sekaligus ‘guru besar’ Padepokan Dimas Kanjeng di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jatim, disebut-sebut sebagai sosok anak dari seorang purnawirawan Polri. Ayahnya bernama Mustain, meninggal tahun 1992 dan beristeri Ngatri, sosok perempuan yang berdarah keturunan Timur Tengah yang meninggal tahun 2002. Mustain ,menurut tetangganya yang ada di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, terakhir menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Gading, Kabupaten Probolinggo.

“Dimas Kanjeng itu benar merupakan keturunan Arab-Jawa. Sejak kecil, ia besar di antara dua budaya Arab dan Jawa serta tinggal di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,” ujar Yuniarti (52), salah seorang tetangga Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang tinggal sebelumnya pernah tinggal di Desa Wangkal namun kemudian pindah ke Kraksaan, dalam percakapan dengan wartawan, Kamis (29/9). Hanya saja, Yuniarti mengaku sudah lebih lima tahun terakhir, ia tidak bertemu Dimas Kanjeng pascarumahnya yang semula ada di dekat lingkungan Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Gading, ia jual.

* Telah dibaca 104 kali, 1 kali hari ini.
Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *