Beda Agama, Ayah di Papua Dukung Anaknya Nyantri

Satu tungku tiga batu, sebuah kata yang sering terdengar tentang kerukunan umat beragama di Papua. Tungku adalah simbol kebersamaan hidup. Sementara tiga batu merupakan simbol dari tiga agama besar yang ada di daerah ini. Filosofi satu tungku tiga batu mewakili prinsip hidup warga setempat dalam menjaga keseimbangan dan kerukunan antarumat.

Filosofi itu salah satunya tercermin dari sebuah keluarga di Papua sebagaimana diceritakan Abdul Wahab, aktivis NU yang kini sedang menjadi pengajar agama di Bumi Cendrawasih ini. Ia mengaku menyaksikan sebuah potret keharmonisan yang luar biasa antara orangtua dan anak yang berbeda agama dan keyakinan di sana.

Tidak ada anak yang bisa memilih dari keluarga mana ia akan dilahirkan. Ada yang akhirnya lahir dari keluarga kaya, ada yang lahir dan dibesarkan dari keluarga yang miskin, ada pula yang besar di keluarga yang punya lebih dari satu agama.

Itu pun terjadi pada Rudi, seorang bocah muslim yang lahir dari ayah beragama Kristen. Meski berbeda keyakinan, kehidupan keluarga tetap berlangsung harmonis. Sang ayah bukan hanya tidak mempermasalahkan pilihan agama anaknya, tapi juga mendukung proses pendidikannya memperdalam ilmu agama Islam.

* Telah dibaca 33 kali, 1 kali hari ini.
Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *